Awalnya ga percaya kalo ada orang yang tidak ingin menikah. Tapi ternyata memang faktanya ada,dan orang itupun bukanlah orang yang baru ku kenal. Dari pengertiannya,kalau berkeluarga itu adalah hidup yang penuh dengan masalah.
Mungkin banyak timbul pertanyaan seperti "kenapa orang itu dapat menyimpulkannya seperti itu?". Kenapa dia dapat menyimpulkan seperti itu? itu adalah karna dia merasakan bagaimana susahnya mencari nafkah untuk dirinya sendiri,bahkan hingga untuk dirinya sendiripun terkadang dia sulit mendapatkannya. Dia berfikir "bagaimana jika aku menikah dan mempunyai seorang istri?terlebih lagi jika sudah mempunyai anak" jika memang itu yang terjadi pasti akan sulit,terlebih lagi jika ekonomi dalam berumah tangga hanya bisa pas-pasan untuk anak dan istri. Belum lagi pekerjaan yang harus selalu siap 24 jam,itu pasti akan membutuhkan waktu yang panjang dan mungkin karna pekerjaan itu juga tidak selalu dikerjakannya di rumah. Karna itulah dia dapat menyimpulkannya seperti itu,mungkin hanya segitu yang saya ingat,tapi jika memang ada yang kurang nanti pasti akan saya tambahkan.
Selain dari ceritanya yang sudah di ceritakan di atas,dia juga bercerita tentang bagaimana dia melewati masa mudanya,mungkin orang lain melewati masa muda dengan pacaran kesana-kesini,tapi tidak dengan dia. Dia melewati masa mudanya dengan sebuah CPU rusak yang terkumpul di rumahnya,dia membenarkan CPU yang tadinya tidak bisa menyala sama sekali hingga dapat menyala sempurna seperti baru. Jika di tanya bagaimana cara dia melakukannya? dia melakukannya dengan enam kali kegagalan dalam memperbaiki CPUnya sendiri. Mungkin ada yang percaya dan ada juga yang tidak percaya,tapi inilah fakta dari realita yang selama ini kita jalani. Berawal dari gagalnya dia memperbaiki CPU pertama,dia tidak putus asa dengan percobaannya,tapi justru dia semangat atas apa yang dia lakukan itu. Semua kegagalan dia catat dan setelah 6 kegagalan dia catat,maka dia mencoba untuk memperbaiki CPU pertama dengan mengikuti kegagalan yang sudah di catat olehnya,dan hasilnyaa~ dia berhasil memperbaiki CPU pertama dengan tangannya sendiri. Jika disebut berapa usianya mungkin para pembaca tidak menyangka,tapi inilah faktanya masa muda berumur 12thn hingga kini,dan bahkan kinipun dia menjadikan itu semua sebagai penghasilan sehari-harinya.
ChibiNetshuya
Selasa, 06 Maret 2012
Kamis, 01 Maret 2012
Mencoba Untuk Mengalah
Mungkin terdengar mudah untuk di ucapkan,tapi sesungguhnya sangat sulit untuk dilakukan. Banyak orang mengucapkan "tapi aku itu sudah selalu mengalah untuk dirinya..." apakah orang yang mengatakan itu berfikir kalau apa yang sudah di ucapkannya itu sudah di lakukan dengan benar?? sesungguhnya setiap orang pasti ada di saat orang itu akan mengalah ataupun orang itu akan bahagia..
Tapi,faktanya banyak orang yang menginginkan kebahagiaannya itu selalu hanya untuk dirinya sendiri (egois). Sebenarnya kebahagiaan untuk diri sendiri itu hanyalah nafsu untuk kita memikirkan diri sendiri saja,tapi di dunia masyarakat ini kebanyakan setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat orang yang ada di dekatnya..
Mungkin ada juga orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri untuk kebahagiaan orang lain. Jika memang itu baik untuk orang lain dan dapat membahagiakannya,maka bahagiakanlah orang itu,terlebih lagi jika orang itu adalah teman terdekat kita/sahabat kita/bahkan kekasih kita. Boleh saja kita membahagiakan orang yang sudah disebutkan di atas,asalkan kita akan jauh lebih bahagia dengan tulus jika melihat orang yang sudah kita bahagiakan telah merasa bahagia..
Tapi,faktanya banyak orang yang menginginkan kebahagiaannya itu selalu hanya untuk dirinya sendiri (egois). Sebenarnya kebahagiaan untuk diri sendiri itu hanyalah nafsu untuk kita memikirkan diri sendiri saja,tapi di dunia masyarakat ini kebanyakan setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat orang yang ada di dekatnya..
Mungkin ada juga orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri untuk kebahagiaan orang lain. Jika memang itu baik untuk orang lain dan dapat membahagiakannya,maka bahagiakanlah orang itu,terlebih lagi jika orang itu adalah teman terdekat kita/sahabat kita/bahkan kekasih kita. Boleh saja kita membahagiakan orang yang sudah disebutkan di atas,asalkan kita akan jauh lebih bahagia dengan tulus jika melihat orang yang sudah kita bahagiakan telah merasa bahagia..
Minggu, 26 Februari 2012
Sebuah Perkataan Yang Keluar Dari Lisan Kita Adalah Sebuah Pedang
Sesungguhnya perkataan yang di ucapkan setiap manusia itu slalu mempunyai makna tersendiri,bahkan mungkin setiap perkataannya itu benar-benar sangat di maknai..
Banyak orang beranggapan kalau pedang yang sudah di asah dengan benar itu sangatlah tajam..
Tapi sesungguhnya setajam-tajamnya pedang itu masih ada yang jauh lebih tajam..
Apakah itu?? apakah itu tombak?? pisau?? atau apa??
Sesungguhnya yang jauh lebih tajam dari pedang yang sudah benar-benar di asah dengan baik dan benar itu adalah lisan yang ada pada diri kita masing-masing..
Mungkin banyak orang tidak mengetahui ini atau baru mengetahui ini..
Tapi cobalah bayangkan jika ada seseorang yang tidak senang pada diri kalian jika kalian senang,lalu orang yang tidak senang pada diri kalian itu akan mengatakan ketidak senangannya langsung kepada kalian dan anggaplah itu adalah sebuah pedang yang tajam dan siap untuk ayunkan..
Setelah itu bayangkanlah jika orang itu sudah mengatakan kalau orang itu tidak senang pada diri kalian sebagai pedangan yang tajam sedang di ayunkan pada hati kalian..
Dan bayangkanlah jika perkataan demi perkataan yang sudah di ucapkan melalui lisan orang yang tidak suka dengan kalian itu kalian dengarkan dan kalian maknai dengan sungguh-sungguh,itu adalah pedang yang sudah di ayunkan pada hati kalian..
Apakah jika perasaan dalam hati sudah terlukai akan cepat mendapatkan obatnya??
Apakah rasa sakit dalam hati sama dengan rasa sakit secara fisik??
Tentu jawaban itu ada pada diri kalian masing-masing,karna saya disini hanya membuat sebuah rangkaian kata-kata yang mungkin sering saya ciptakan sendiri..
Banyak orang beranggapan kalau pedang yang sudah di asah dengan benar itu sangatlah tajam..
Tapi sesungguhnya setajam-tajamnya pedang itu masih ada yang jauh lebih tajam..
Apakah itu?? apakah itu tombak?? pisau?? atau apa??
Sesungguhnya yang jauh lebih tajam dari pedang yang sudah benar-benar di asah dengan baik dan benar itu adalah lisan yang ada pada diri kita masing-masing..
Mungkin banyak orang tidak mengetahui ini atau baru mengetahui ini..
Tapi cobalah bayangkan jika ada seseorang yang tidak senang pada diri kalian jika kalian senang,lalu orang yang tidak senang pada diri kalian itu akan mengatakan ketidak senangannya langsung kepada kalian dan anggaplah itu adalah sebuah pedang yang tajam dan siap untuk ayunkan..
Setelah itu bayangkanlah jika orang itu sudah mengatakan kalau orang itu tidak senang pada diri kalian sebagai pedangan yang tajam sedang di ayunkan pada hati kalian..
Dan bayangkanlah jika perkataan demi perkataan yang sudah di ucapkan melalui lisan orang yang tidak suka dengan kalian itu kalian dengarkan dan kalian maknai dengan sungguh-sungguh,itu adalah pedang yang sudah di ayunkan pada hati kalian..
Apakah jika perasaan dalam hati sudah terlukai akan cepat mendapatkan obatnya??
Apakah rasa sakit dalam hati sama dengan rasa sakit secara fisik??
Tentu jawaban itu ada pada diri kalian masing-masing,karna saya disini hanya membuat sebuah rangkaian kata-kata yang mungkin sering saya ciptakan sendiri..
Langganan:
Komentar (Atom)